Forumnya Pramuka

Login

Lupa password?



Counter

Support by :
User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 19 pada 27/1/2011, 19:52
Facebook Like
Statistik

You are not connected. Please login or register

PANJA DPR KOMISI X STUDI BANDING......................TENTANG PRAMUKA

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

Sad Sad Sad APAKAH PERLU PRAMUKA DIUNDANG UNDANGKAN ? Sad Sad Sad
Menurut saya sekalian di buatkan pasal pasal sangsi pelanggaran yang lebih rinci seperti UNDANG UNDANG LALULINTAS (he....he......) lengkap dengan denda yang selangit (TIDAK MENGGUNAKAN BARET denda Rp 100.000,-.....)dan itu yang penting sekalian dibentuk :
1. BADAN PENGAWAS PRAMUKA NASIONAL ( BAPRANAS )
2. MoU dengan KPK, BPK, BPKP,
3. struktur organisasi baru yaitu PROVOST PRAM ( bila perlu dipersenjatai ) dari tingkat nasional sampai tingkat GUDEP ....................

aku jadi ingat....
IKHLAS BAKTI BINA BANGSA.... BERBUDI BAWA LAKSANA
agar jaya Indonesia.....indonesia tanah airku.
AKU JADI PANDUMU............

MENURUT KAKAK KAKAK YANG LAIN BAGAIMANA ? (untung dan ruginya)

Lihat profil user http://www.smp2sampang.wordpress.com
TAMBAHAN :
"Pramuka menjadi dipinggirkan seperti Posyandu. Ada upaya mendirikan pandu baru, karena Pramuka dianggap produk Orde Baru," kata Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Prof Dr dr Azrul Azwar kepada detikcom, Rabu (15/9/2010).

Meskipun jumlah anggota Pramuka di Indonesia besar yakni 17 juta orang, namun Azrul mengakui adanya kemunduran kegiatan bila dibandingkan saat masa Orde Baru. Setelah disadari akibat Pramuka tidak jalan jadi banyak anak-anak yang tawuran, berkelahi, terkena narkoba, dan sebagainya barulah Presiden SBY merevitalisasinya pada 2006.

"Kita memperbaiki kurikulum, metode pendidikan Pramuka, materi, juga membenahi gugus depan," imbuh Azrul.

Ditambahkan dia, metode pendidikan Pramuka adalah dengan memanfaatkan alam terbuka, bukan pendidikan seperti kuliah. Bentuknya adalah dengan menggunakan macam-macam permainan seperti morse, tali temali, dan mencari jejak. (detik.com)

TAPI APAKAH PERLU UNDANG UNDANG

Lihat profil user http://www.smp2sampang.wordpress.com

ghozy


Moderator
Moderator
Ini beritanya ya ...

[img] Uploaded with ImageShack.us[/img]

Ini saya scan beritanya, sengaja saya tambahkan shadow tunas kelapa untuk memudahkan mengerti, bahwa "ngelencer" ini dengan alasan "Gerakan Pramuka"

Lihat profil user http://www.flickr.com/photos/ghozy/

ghozy


Moderator
Moderator
Ini komentar saya:

1. Saya setuju dengan Mas Budiman Sujatmiko, kalau "ngelencer" ini tidak perlu
2. Mas Azrul Azwar mungkin lupa kalau "Pramuka" ini adalah produk "Orde Lama", 1961 yang pada proses pembentukannya sangat dipengaruhi oleh keberadaan PKI waktu itu. Walaupun dengan segala upaya Kak H. Mutahar dkk, berusaha memfilterkannya, bahkan membuat "plesetan"dipas-pas kan menjadi "Praja Muda Karana".
Yang salah satu ciri yang lolos pada masa itu adalah adanya usaha untuk "Menghilangkan Boden Powellisme", karena situasi politik saat itu Indonesia sangat anti dengan Amerika dan Eropa (Boden Powell dari Eropa), dan berkiblat pada negara2 Komunis. Yang salah satu agendanya adalah membawa GP menjadi seperti Pioneer2 di Negara Komunis. Untung tidak jadi, walaupun masih lolos satu unsur di atas.

3. UU Perlu atau tidak? menurut saya tergantung isinya

TIDAK PERLU
a. Kalau isinya mirip AD/ART yang mengatur ke dalam Organisasi, sebab ini akan membunuh dinamisasi didalam organisasi sendiri, yang seharusnya adalah Organisasi yang mandiri.
b. Kalau isinya sekedar untuk memudahkan menyedot APBN/APBD, karena ini juga mengebiri kemandirian organisasi. Dan mengundang lalat2 birokrat untuk berpesta APBN/APBD melalui Pramuka. Semakin banyak APBD/N yang dikorupsi melalui Gerakan Pramuka ==> GP bisa jadi sarang koruptor nih he he he...
c. Kalau isinya cuman untuk melegalisasi Banyak organisasi Pandu yang bisa didirikan "underbow" organisasi massa yang lain. Ini akan semakin memicu perpecahan di antara Generasi muda.

PERLU
a. Bila isinya untuk menegaskan saja keberadaan organisasi ini sebagai organisasi pendidikan dan nonpolitik yang mandiri.
b. Bila isinya juga menyangkut sanksi yang tegas bagi yang menyalahgunakan GP untuk :
alat kampanye, alat politik dan penyalahgunaan lain yang sekarang semakin banyak terjadi justru dilakukan oleh "Pimpinan Pramuka" yang notabene diangkat/dipilih karena jabatannya di birokrasi atau politik, dan bukan karena memang kualitas dan integritasnya untuk memajukan gerakan Pramuka.
c. Bila isinya membatasi campurtangan orang diluar organisasi GP termasuk birokrat untuk mengambil keputusan didalam Organisasi GP, sehingga GP lebih mandiri.


apa lagi yaaa.... Shocked

Lihat profil user http://www.flickr.com/photos/ghozy/
"... menghabiskan uang negara minimal Rp.2 milyar..." benernya kalo blom brangkat duit segede itu dimiinta untuk membeli peralatan pramuka yang berdaya guna untuk meningkatkan peranserta bela negara, tapi lha wong wis kadhung brangkat.... ya kita tinggal "ngaplo". Shocked
tinggallah para Pramuka melaksanakan "Renungan"... merenungi nasib para anggota Panja yang "sok", kalo studi banding ke Afrika itu khan mau cari sisa-sisa bola yg baru dipakai Fifa Cup (buat kenang2an, krn kemaren gagal lihat langsung), ke Jepang dan Korea lha rak mau cari mobil.... wong asal-usulnya Kepanduan dari Inggris kok ga' kesana saja.... kepinteren temen.Evil or Very Mad.
mau ngomong apalagi kalo mereka sudah melenggang ke tujuan, tinggal nunggu hasilnya dan rencana mereka berikutnya... "next plan: kunjungan ke daerah, melihat dari dekat keberadaan pramuka....???"....

Lihat profil user http://www.smkberdikarijbr.co.cc
UANG 2,7 MILYAR UNTUK APA YAAAA...
1. Untuk nebus bintang pancawarsa dapat 54.000 buah.
2. Untuk buat Sanggar Kwarran dapat 27 sanggar
3. Untuk beli tanah (buper kwarda jatim) dapat 5,4 Hektar
4. Untuk beli Bendera Pramuka dapat 180000 buah
5. Untuk beaya basic diving course 2010 jilid 2 dapat 2160 peserta
untuk apalagi yaaa....................

Lihat profil user http://www.smp2sampang.wordpress.com
Yang jelas kasihan deh kita para pembina yang mati-matian menghidupi gudep, yang kadang tidak memikirkan dibayar apa tidak. Anggota dewan terhormat disana tentu saja ga tahu itu, bahkan mungkin ga mau tahu. Kenapa see sekarang Pramuka kita dijagal juga oleh anggota dewan terhormat. Kenapa mereka tiba-tiba seolah menjadi orang yang paling ngerti tentang bagaimana menghidupkan Pramuka kembali?

Saya sampai bingung mau ngomong apa saking gregetennya, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Seolah-olah ada maaf, anjing yang mencomot makanan kita, dan kita kaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Mungkin ini bisa mewakili perasaan anggota pramuka di seluruh Indonesia. Apa yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan 2 milyar rupiah uang rakyat yang dihabiskan atas nama Pramuka. Ada yang punya usulan????

lol!

Lihat profil user http://pramukaxp2.wordpress.com
terlalu mengada adakan agenda yang tidak penting.
kalau kondisi pramuka Afsel tidak lebih baik dari Indonesia, mungkin justru negara - negara yang seperti itu yang harusnya berkunjung ke Indonesia untuk melihat dan belajar bagaimana Pramuka di Indonesia.
Dunia melirik Pramuka Indonesia

Lihat profil user http://blog.choirisetyawan.com

ghozy


Moderator
Moderator
Pramuka

Senin, 20 September 2010 | 09:25 WIB

Toriq Hadad
# Wartawan Tempo

Sudah lama tak bersua, kawan saya, Dul Simo, tampak sangat bersemangat ketika kami bertemu. Pasti ini karena suasana Lebaran. Ternyata saya salah.

"Saya gembira betul, Mas. Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya mau studi banding tentang Pramuka," katanya sambil mengguncang tangan saya keras-keras. Terus terang saya kaget terhadap pendapatnya yang melawan arus. Tapi saya putuskan tak meladeni Dul.

"Sudahlah, Dul. Saya capek berdebat, masih suasana Lebaran. Semua orang mengkritik studi banding Pramuka itu. Kok, kamu jadi aneh sendiri?" jawab saya sekenanya. Dul terus bicara.

"Mas, orang yang mengkritik itu keliru. Saya pernah ikut Pramuka, bahkan sampai jadi penegak. Ikut jambore juga pernah. Pramuka merupakan singkatan Praja Muda Karana, artinya rakyat muda yang suka berkarya," kata Dul beruntun.

Dahi saya berkerut. Sebelum sempat mencerna kalimat-kalimatnya, Dul nyerocos lagi.

"Mas tahu enggak tujuan Pramuka? Membentuk manusia berkepribadian, berwatak luhur, tinggi moral, dan budi pekerti. Juga cerdas, terampil, dan kuat. Anggota Pramuka berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada negara. Begitu, Mas."

"Lalu apa hubungannya semua kehebatan Pramuka itu dengan anggota DPR," sergah saya.

"Mas tahu kan bahwa orang-orang DPR itu hampir memiliki semua. Gaji besar, fasilitas oke, status terpandang. Kekurangannya hanya satu: tak punya karya. Pramuka bisa menutupi kekurangan ini. Saya yakin semangat Pramuka akan membuat DPR lebih giat mencetak undang-undang. Memperbaiki sifat malas rapat. Anggota DPR akan tahu bahwa cari kerja sampingan tak sesuai dengan tujuan Pramuka, yakni membentuk budi pekerti luhur."

Saya tak sanggup lagi diam.

"Jadi kita harus salut kepada gagasan studi banding ini?" tanya saya.

"Benar, Mas. Kita harus bangga, sedikit terharu juga boleh. Gagasan ini brilian. Pramuka akan mengobati menguapnya akhlak terpuji dari Senayan. Pramuka akan menangkal kebiasaan makan suap, seperti dalam pemilihan orang kedua Bank Indonesia dulu. Kalau DPR mengadopsi semangat Pramuka, tak akan ada lagi aneka jenis korupsi. Tak ada lagi anggota DPR meringkuk di hotel prodeo. Pramuka tahu persis bagaimana menakar prioritas dalam hidup. Setelah studi banding selesai, saya yakin DPR akan menolak rencana membangun gedung baru lebih dari satu triliun rupiah itu."

Terperangah saya dengan keyakinan berlebih ini.

"Apakah Pramuka itu seperti sejenis mantra sulap yang seketika bisa mengubah segalanya?" sanggah saya.

"Saya yakin, Mas. Kita sudah mencoba banyak hal untuk mengubah bangsa ini. Gagal. Ini waktunya kita mencoba Pramuka. Bayangkan. Para anggota DPR akan mengadakan jambore di halaman gedungnya. Pimpinan DPR akan duduk melingkari api unggun bersama Presiden dan petinggi negeri yang lain. Semua dibicarakan dengan semangat kekeluargaan. Semua akan beres. Jadi DPR tak perlu bersitegang terus dengan Presiden."

Sebelum Dul bicara, saya bertanya, "Tapi apa perlu sampai pergi ke tiga negara dan menghabiskan miliaran rupiah untuk belajar Pramuka?"

Dul kaget. "Tiga negara apa, Mas? Miliaran apa?"

Saya ikut kaget. "Lho, kamu tak tahu studi banding itu dilakukan di luar negeri?"

Dul akhirnya mengaku. "Enggak tahu, Mas. Saya hanya baca kepala berita koran di perempatan jalan. Itu pun dari atas bus kota. Saya kira studi banding itu hanya ke markas Pramuka di Medan Merdeka Timur. Jadi kan enggak perlu ongkos."


Saya Copas dari sini : http://www.tempointeraktif.com/hg/carianginKT/2010/09/19/krn.20100919.212229.id.html

Lihat profil user http://www.flickr.com/photos/ghozy/

Sponsored content


Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik