Forumnya Pramuka

Login

Lupa password?



Counter

Support by :
User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 19 pada 27/1/2011, 19:52
Facebook Like
Statistik

You are not connected. Please login or register

Pembina di Boikot Kwartir Cabang

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

Admin


Admin
Pindahan dari Topik " CAMPOREE 2010"
Agar sesuai dengan Kategori Forum, disini kita diskusikan tentang Kebijakan Kwartir Cabang

*) Posting oleh prabuwisnuagung


Salam Pramuka......!

Wahai Kwartir Daerah apa tindakanmu selama engkau duduk dan menjadi pengurus di sana
jika Pramuka seperti kami di Boikot di sebabkan melaksanakan Program pramuka yang baru serta pengembangan dan melaksanakan Camporee tersebut haruskah kami seorang pembina Pramuka gulung tikar ? mengapa ? apa salah dgn Program tersebut ? mohon bantuannya dan sy siap tidak lagi untuk membina jika jawaban dan tindakan yang masuk akal ( Bagaimana REVITALISASI akan berjalan jika sampai ada pemboikotan sampai ke Gudep itu )

Lihat profil user http://pramukarek.site-forums.com
Kak Wisnu, bisa dijelaskan maksudnya diboikot? Karena umumnya boikot itu dilakukan oleh level yang lebih rendah kepada pimpinannya.

Mudah-mudahan kita bisa cari solusinya disini dengan lebih nyaman kalau sudah lebih jelas masalahnya.

Lihat profil user
Maaf ya Kak .. mungkin kami juga tidak jelas juga dengan permasalahan ini. Tapi kalau saya boleh jujur mengatakan memang akhir-akhir ini terjadi ketidaknyamanan saya menjadi pembina yang dikirim mengikuti pelatihan Gudep Model. Kami dianggap aneh, hanya karena kami memakai scarf yang tidak sesuai dengan PP. Tapi bagaimana lagi itulah yang disukai adek-adek karena terlihat keren.

Program Cycle ... yang kami pelajari telah kami terapkan. Dan buktinya dengan metode itu adek-adek kami bisa jadi pemimpin handal di Pramuka maupun di sekolah. Tapi mereka mungkin kelihatan tak sehebat para pemenang lomba-lomba kepramukaan. Dan adek-adek juga tidak membawa piala setelah pulang dari Camporee. Mereka juga tidak kelihatan hebat karena tidak bisa lolos LT3 .. karena mereka lebih memilih ikut Camporee daripada ikut LT3. Jelas ... tidak ada efek instan seperti itu hasil program cycle. Akhirnya ya ... kita dianggap sekumpulan orang aneh di kepramukaan.

Tapi percayalah Kakak-kakak kami yang ada di litbang kwarda jatim sana. Program cycle telah terbukti hasilnya mencetak pemimpin yang tegas dan punya jiwa sosial, kami saksinya. Kalau prestasi di perlombaan insyaallah itu akan bisa kita raih pada suatu saat. Kita sedang membentuk regu-regu yang solid. Makanya biarlah kami berkutat di gudep ini, dan "acuh" dengan apa yang ada di kwartir. Kami ingin membantu kwartir memajukan pramuka, walaupun sejelek apapun tanggapan kwartir terhadap kami. Kami tidak peduli, misi tetap jalan sesuai amanat Gerakan Pramuka.

Hanya saja seandainya kwartir bisa sejalan dengan gudep kami ... itulah harapan yang terindah yang kami miliki. Semoga ...

Lihat profil user http://pramukaxp2.wordpress.com

ghozy


Moderator
Moderator
Salam Kak Blaster, beginilah hidup kita. Dalam setiap kengininan kita untuk menjadi lebih baik, selalu masih ada yang belum bisa mengerti. Meskipun banyak diantara yang tidak mengerti ini mengaku mengerti.

Banyak ironi juga yang kita alami. Tentang setangan leher, senyum kebahagiaan adik2 saya yang bangga karena bisa "berbeda" dengan "siswa yang diseragami pramuka" dengan mudah menghapuskan kenangan tidak nyaman ketika saya harus berbeda pendapat dengan kakak-kakak yang lain.

Adik-adik adalah tujuan kita, gugusdepan buat saya adalah rumah surgawi di Gerakan Pramuka. Mata-mata berbinar adik2 adalah kebahagiaan terbesar.

Saya paham kesedihan yang dirasakan kakak-kakak, karena juga pernah merasakan hal yang sama. Tersenyumlah kakak-kakak karena kalau adik2 melihat kesedihan ini mereka pasti juga ikut sedih, karena adik2 adalah keluarga kita, permata di gugusdepan. Kelak mereka pasti mengerti, dan mereka akan berterimakasih atas perjuangan yang kakak lakukan.

Demi adik2 penggalang kesayangan kita.

Lihat profil user http://www.flickr.com/photos/ghozy/
Terimakasih Kak Ghozy atas supportnya. Berikut ini adalah gambar salah satu kegiatan yang kami lakukan di Banyuwangi.



Lihat betapa manis senyum mereka, mereka berasal dari gudep yang berbeda tapi adik-adik itu bisa berkumpul dan gembira bersama. Bukankah itu lebih indah dari penghargaan apapun bagi kita. Memang tidak selayaknya kita nodai senyum mereka dengan kesedihan kita.

Sekali lagi terimakasih Kak Ghozy.

Lihat profil user http://pramukaxp2.wordpress.com
Wah.. rame juga ya ternyata akhirnya. Banyuwangi dan Sidoarjo rupanya juga mendapat perlakuan yang tidak jauh beda. Bagus kalau begitu, tinggal dimainkan medianya. Kalau sudah panas dan diblow up bagus tuh hasilnya. Kak Ghoz bisai desain publikasinya.

To all pembina...Coba dibaca buku Aids to Scoutmastership dan buku Scouting for Boys yang menjadi sumber inspirasi pembina (perasaan sudah dibagikan deh waktu Camporee), biar kita sebagai pembina lebih mantap, dan kalau ditanya lebih bisa secara tegas menjawab. Ini loh.. dasarnya.

Tadi pagi saya bertemu dengan seorang kepala sekolah yang juga jadi Ka Kwarran, beliau dulu aktif membina pramuka dan asli pramuka (maksudnya bukan pramuka jadi-jadian). Beliau juga dipercaya mengurusi Pramukanya Ma'arif Jatim. Setelah kuceritakan hasil Litbang, beliau tercengang dan teringat masa lalu. Akhirnya..."Kak Arif kalau saya undang presentasi atau memberi materi di Ma'arif ttg tadi mau?". Langsung saya jawab "Tidak mau Kak, kalau cuma sekedar beri materi. Saya jamin tidak banyak manfaatnya. Kalau mau, kita buat program 1 tahun, seperti yang dilaksanakan litbang Kwarda (2 atau 3 kali workshop dgn sela Siklus Program), dan endingnya Camporee. Nanti semua team Insya Alloh mau turun".

Kalau jadi... mohon bantuannya kepada para pembina yang sudah menjalankan siklus program untuk menjadi saksi hidup (sebelum mati maksudnya). Bagaimana efek dari siklus program. Selain itu kami mohon feed back dari orang tua, apa ada perubahan perilaku (baik dan buruk) setelah mengikuti Camporee kemarin... tolong juga di posting di wall ini.

Kalau ada pembina/pelatih pembina menanyakan dasar hukum pelaksanaan siklus program, bisa ditunjukkan tuh bukunya (fotocopyan yang item). Mungkin... karena belum membaca bukunya sehingga tidak tahu. Tapi kalau sudah tahu trus bilang "lha kok aku tidak tahu ya..? lha kok kamu tahu duluan ya...?" ya dijawab sendiri ajalah, sesaui dengan adat masing-masing.

Yang harus diyakinkan adalah kalau ilmu yang sudah diterapkan itu baik, ya karena ilmu itu baik, bukan yang mengajarkan/memberitahu ilmu itu yang baik-jangan dibolak balik.

Dan pesan saya... (koyok arep mati ae), jangan melibatkan adik-adik dengan konflik pembina-kwartir. Tidak ada manfaatnya buat kita, dan bagi adik-adik akan merasa tertekan. Biarkan atmosfer mereka merdeka, seperti negeri ini yang sudah merdeka. Merdeka!

Oh..ya, sebenarnya ada materi di buku itu yang belum kita kupas: educational proposal dan symbolic framework. Kalau latihan-latihan rutin diberi muatan itu, hasilnya akan lebih dahsyat...!

Terima kasih, matur nuwun, thank you...
Wassalam...

Selamat membina... Nabi saja dihina, dicerca, dimusuhi, dan diboikot, apalagi sampeyan...hehehe

Salam, salam - wes pamitan kon sek arep ngomong maneh... Smile

Lihat profil user
Terimakasih kak Gozhi, Kak Arif dan Kak Blaster memang kita ingin lebih baik tetapi sulit untuk menggapainya ada pepatah yang mengatakan jika ingin baik enak senang di kemudian hari pasti kau akan melwati beberapa halangan dan rintangan dahulu.
Yah itu saya percaya semua orang pasti akan mengalami. cukup bersabar dan tetap untuk REVITALISASI Pramuka kedepan lebih baik jangan menodai senyum ceria gembira adik-adik penerus perjuangan bangsa ini dengan ketidak tauan para pembina Pramuka dengan Program terbaru, saran ku bila tdk tau tanyalah ! duduk sama rendah berdiri sama derajatnya, kenapa harus malu kenapa ?
Sedangkan Nabi saja masih bertanya tampa malu-malu demi mengemban tugas dari Allah SWT.
Bukalah dan tataplah disekililingmu apa yang kita rasakan bila adik-adik di jadikan bahan keegoan para pembina yang merasa lebih pandai dan pintar sendiri jika belum tau apasih makna dari PRAMUKA dan apa itu REVITALISASI jangan dulu berucap tau tetapi dalami dan pelajari dahulu kemudian komentar.

MESKI APAPUN YANG TERJADI PADA DIRIKU, TIADA GUNA JIKA ILMU KEPRAMUKAAN YANG KUKETAHUI TIDAK KU SAMPAIKAN DGN BENAR KEPADA ADIK-ADIKKU............
KAKAK AKAN SELALU BERJUANG BUATMU UNTUK MENJADIKAN PUTRA-PUTRI PENERUS PERJUANGAN BANGSA INDONESIA YANG CERIA, GEMBIRA, DAN MEMILIKI POTENSI YANG TIDAK KALAH TANDING DENGAN KEADAAN HIDUP DI ERA-ERA BARU INI.
KELAK KAKAK TIDAK AKAN HIDUP 1000 TAHUN DAN TIDAK AKAN MENJADI TIANG PENYANGGA LANGIT
PESAN KAKAK HANYA 1 BUAT ADIK-ADIKKU SEMANGAT 10X .................................
DAN JALANI HIDUP INI DENGAN SENYUM, DOA SERTA BERJUANG.
INI JANJI KAKAK BUAT MU.............

Buat Kakak IMBAR dan Kakak Ike salam hormat ku padamu kalian adalah pembina yang penuh perjuangan sampai akhirnya kau seperti ini jangan takut dan tetap membina adik-adik itu yang lebih baik dan tunjukan pada mereka, kami mendukung kakak sampai halini menjadi yang lebih baik buat adik-adik kita selamat berjuang .........

Lihat profil user
"Tak ada gading yang tak retak", tak ada manusia didunia ini yang sempurna.
Apakah demikian yang terjadi antara para Pembina dengan Kwartir?, saya kurang tahu pasti, tapi saya hanya bisa menangkap pesan moral yang ingin disampaikan oleh Kakak - Kakak Pembina yang merasa diboikot oleh Kwartir, Jangankan aturan yang dibuat oleh manusia aturan Tuhanpun, (dalam beberapa kondisi) boleh dilanggar, bahkan ada yg dengan sengaja melanggarnya.

Teruskan perjuangan Kakak-kakak semua, saya mendo'akan dari sini, janganlah kemudian perbedaan pakain, atribut, pikiran, methode dan kreatifitas kita menjadi pertikaian yang kemudian berujung perpecahan dengan action "pemboikotan", tujuan utama kita adalah : bagaimana menjadikan adik-adik kita sebagai pioneer penerima tongkat estafet dimasa mendatang, menjadikan adik-adik kita bisa melaksanakan 100% isi Tri Satya dan Dasa Dharma, jika adik-adik dapat kita jadikan seperti keinginan kita (tujuan utama diatas) niscaya akan jadi manusia "berdaya linuwih", sebelum transfer ilmu dan mendidik adik-adik kita, Sudahkah kita (Para Pembina) telah melaksanakan 100% isi Tri Satya & Dasa Dharma tsb?

Banyak keegoisan kita mewarnai setiap pendapat dan opini kita, banyak diantara kita berani berdebat seolah - olah kita telah menjadi yang paling benar, paling saleh, paling sempurna, dan paling ....apa saja..., telah banyak kerusakan di Bumi, Laut dan Udara disebabkan oleh ulah tangan manusia, apa kurang cukup merapi dan mentawai sebagai pengingat kita pada hari ini...

Semoga..... semua masalah terselesaikan setelah hari ini..... Amiin...

Lihat profil user http://usahabaru.co.cc
Rupanya tanpa kita sadari ... Pramuka secara sengaja atau tidak telah terkotak-kotak. Paling tidak itu hasil investigasi saya pada beberapa teman pramuka. Misalnya saja SAKA, seharusnya merupakan bagian dari kepramukaan yang bisa mewadahi adik-adik pramuka sesuai dengan bakatnya. Tapi faktanya antar saka satu dengan yang lain malah salah mengejek. Contoh lain, adik-adik penegak yang telah menjadi anggota DKC tidak lagi mau membaur dengan rekan-rekan di gudep asalnya. Kalau ada kegiatan di gudepnya mereka tidak mau berpartisipasi jika tidak diundang ... padahal itu khan gudepnya ... Nah ... Kakak-Kakak itulah menurut saya yang perlu kita benahi saat ini.

Lihat profil user http://pramukaxp2.wordpress.com

10 Re: Pembina di Boikot Kwartir Cabang on 17/11/2010, 12:46

Wah, rame juga.
Sayangnya aku gak diumani bahasane. Wis diomong kabeh . . . . Sad
Tapi salut buat kakak2 semua, yang sudah disakiti namun (seolah) gak sakit.
Sabar aja kak. Lama kelamaan juga terbiasa (meski rodok mekso).

Selamat berjuang saudara-saudaraku

Salam Pramuka,
Salam dihina,
Salam disakiti,
salam diboikot,

MERDEKA !

Lihat profil user http://pramukaspenivd4.wordpress.com

11 Re: Pembina di Boikot Kwartir Cabang on 17/11/2010, 13:17

Blaster Prabaswara wrote:
Rupanya tanpa kita sadari ... Pramuka secara sengaja atau tidak telah terkotak-kotak. Paling tidak itu hasil investigasi saya pada beberapa teman pramuka. Misalnya saja SAKA, seharusnya merupakan bagian dari kepramukaan yang bisa mewadahi adik-adik pramuka sesuai dengan bakatnya. Tapi faktanya antar saka satu dengan yang lain malah salah mengejek. Contoh lain, adik-adik penegak yang telah menjadi anggota DKC tidak lagi mau membaur dengan rekan-rekan di gudep asalnya. Kalau ada kegiatan di gudepnya mereka tidak mau berpartisipasi jika tidak diundang ... padahal itu khan gudepnya ... Nah ... Kakak-Kakak itulah menurut saya yang perlu kita benahi saat ini.

iya kak, betul sekali.

kita harus ingat,

kalau kita sudah menjadi pembina ingat dulu kita juga pernah dibina
kalau kita aktif diSaka, ingat Saka juga bagian dari pramuka. Tidak ada pramuka tidak akan ada Saka
Kalau sudah jadi DKC, ingat kita tidak akan jadi anggota DKC kalau dulu tidak aktif digudep Wink

makin tinggi terbang, makin besar badainya Very Happy

Lihat profil user http://arifudin.wordpress.com

12 Re: Pembina di Boikot Kwartir Cabang on 28/11/2010, 18:48

Salam Pramuka!!!!!

Selamat Semuanya, kepada kakak, semoga semua dapat duduk bersama membicarakan masalah yang sedang terjadi. pada hakekatnya sebuah perbedaan didasari dari ketidak samaan pendapat dan perbedaan itu semakin nyata apabila ketidak tahuan itu dipelihara, semoga dengan duduk bersama dan membahas hal ini bersama saya yakin semua perbedaan akan bisa kita ambil jalan tengahnya.

MARI LANJUTKAN PERJUANGAN KITA!!!!!!


Lihat profil user
Jadi terharu dengan perjuangan kakak-kakak di atas,
semoga menjadi awal dari kebinaran kepramukaan yang ada di daerah masing masing,

Lihat profil user
Satu hal lagi kakak-kakak yang perlu diingat bahwa di pramuka, baik sebagai peserta didik, pembina bahkan pelatih pembina (pabriknya pembina), semuanya harus merupakan kegiatan hobby dan pendidikan generasi muda; dan bukan merupakan ladang tempat mencari nafkah, politik atau misi pribadi lainnya.
Jika ada yang seperti itu, mungkin lebih baik pramuka itu dibubarkan saja atau orang tersebut tidak perlu ada di dunia kepramukaan.
Hal ini mengingat bahwa orang seperti itu tidak akan membawa pramuka ke arah yang lebih baik melainkan hanya mencari keuntungannya sendiri saja.

Lihat profil user http://pramukaspenivd4.wordpress.com

Sponsored content


Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik